Tahapan yang Terlibat dalam Proses Desain Interior

Merancang interior kantor melibatkan pembuatan pengaturan interior untuk memenuhi kebutuhan klien dari ruang tertentu. Setiap proyek perusahaan yang terkait dengan interior melibatkan beberapa tahapan umum yang harus diikuti saat bergerak maju dengan 5 Prinsip Desain Interior untuk Bisnis desain kantor dan proses fit out. Ini termasuk:

 

1) Pemrograman: Kantor terdiri dari berbagai fasilitas seperti administrasi, perhotelan, rekreasi, makanan/kantin dan setiap ruang memiliki persyaratan dan fungsinya sendiri. Selama tahap pemrograman, desainer interior harus memastikan bahwa desain kantor memenuhi persyaratan fungsional setiap fasilitas sambil memahami kebutuhan pengguna. Dia harus memahami aspek fungsional dari setiap ruang, persyaratan alokasi ruang dan furnitur dan aksesori yang diperlukan di setiap fasilitas. Jasa Pembuatan Kitchen Set Bekasi Kunjungan lokasi, penelitian, survei, atau pertemuan dengan klien dan pengguna adalah metode terbaik untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang persyaratan dan harapan desain.

 

2) Pengembangan Konsep: Setelah mencapai pemahaman yang kuat tentang kebutuhan klien melalui informasi yang dikumpulkan, perancang merumuskan konsepnya dalam bentuk desain dan diagram. Tahap pengembangan konsep terdiri dari sub-tahap yang berbeda. Mereka:-

 

a) Perencanaan Ruang: Perencanaan Ruang merupakan komponen integral dari jasa desain interior karena melibatkan penggunaan ruang yang diinginkan secara efisien. Setelah menyelesaikan tahap pemrograman, desain alokasi ruang dan kedekatan disiapkan. Saat merencanakan pemanfaatan ruang yang efektif dari ruang kantor, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk hierarki organisasi, alur kerja, tujuan dan sasaran klien, kode peraturan bangunan, persyaratan furnitur, kenyamanan, fleksibilitas, dan kebutuhan masa depan. Tergantung pada apakah kantor klien mempromosikan kerja tim atau kerja individu, ruang kantor direncanakan sesuai.

 

b) Cahaya: Cahaya adalah salah satu faktor terpenting yang harus dipertimbangkan saat mendesain interior kantor. Perancang harus memahami aspek ilmiah dan estetika cahaya. Kualitas serta kuantitas cahaya juga penting, untuk menciptakan tempat kerja kantor yang nyaman dan sehat. Cahaya memainkan peran penting dalam mengatur suasana ruangan dan karenanya seorang desainer interior harus mempertimbangkan pencahayaan yang tidak hanya meningkatkan interior dan meningkatkan efisiensi tetapi juga memenuhi kode bangunan dan menciptakan suasana yang menyenangkan.

 

c) Warna: Warna merupakan elemen penting dalam setiap desain interior komersial. Saat memilih skema warna, perancang harus memastikan bahwa warna kantor mencerminkan merek, nilai, dan budaya perusahaan. Karena warna memiliki kekuatan untuk menimbulkan berbagai emosi dan keadaan psikologis, desainer interior harus mempertimbangkan skema warna yang bagus di kantor yang meningkatkan mood, konsentrasi, dan menciptakan suasana kerja yang semarak.

 

d) Pemilihan Bahan: Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas, kinerja dan keberlanjutan produk, furnitur dan aksesori lainnya dipilih untuk interior kantor.

 

3) Pengembangan Desain: Selama tahap pengembangan desain, desainer sangat jelas tentang maksud desain proyek. Dia mengembangkan denah lantai, elevasi, bagian, dan gambar detail lainnya sambil menjelaskan pilihan desain, warna, furnitur, dan hasil akhir yang dibuat. Fase ini juga melibatkan proposal anggaran untuk konstruksi dan item FF&E.

 

4) Presentasi Konsep: Desain yang disiapkan disajikan kepada klien untuk ditinjau, direvisi, dan disetujui. Berdasarkan umpan balik klien, desain diubah sesuai dengan kebutuhan klien. Setelah memasukkan semua perubahan, draf desain akhir disiapkan.

 

5) Dokumen Konstruksi dan Pengadaan: Dokumen konstruksi sangat penting untuk keberhasilan pelaksanaan desain. Ini terdiri dari set dokumen akhir dengan semua spesifikasi yang diperlukan yang akan membantu kontraktor untuk mulai membangun proyek. Selain termasuk set lengkap denah lantai, elevasi dan bagian, itu juga terdiri dari jadwal penyelesaian, spesifikasi perabotan, detail material, dll. Setelah dokumen konstruksi disetujui, dokumen tersebut dikirim ke kontraktor potensial untuk dilelang. Pada langkah berikutnya, penawaran diperoleh, kontraktor diselesaikan, pesanan pembelian dikeluarkan dan proyek dimulai.

 

6) Administrasi Konstruksi: Perancang interior perlu mengawasi pekerjaan dengan sering mengunjungi lokasi. Dia perlu memeriksa apakah pekerjaan itu sesuai dengan gambar konstruksi dan spesifikasi. Perancang juga perlu memeriksa setiap cacat dan kesalahan selama pemasangan dan penyelesaian FF&E. Proses konstruksi selesai ketika desainer interior puas bahwa pekerjaan telah dilakukan seperti yang ditunjukkan dalam dokumen konstruksi.

 

 

 

Leave a Comment